BataraNews.com – Pembahasan kita kali ini tentang kepemimpinan Leadership Pribadi (lead yourself) di era transformasi digital. Dalam tulisan sebelumnya kami telah mengulas secara umum tentang Leadership yang terdiri dari Lead Yourself, Lead Your Team dan Lead Your Business. Kepemimpinan menjadi sangat penting dalam menjalankan sebuah organisasi untuk mencapai tujuannya  secara efektif dan efisien serta mencapai pertumbuhan usaha berkesinambungan. Kepemimpinan dibentuk mulai dari menapak karir di posisi bawah berjenjang hingga keatas, sehingga menjadi seorang pemimpin yang dibentuk menjadi matang, bijaksana dan menghasilkan track-record yang gemilang.

Untuk menjadi pemimpin besar, kita harus mulai dengan memimpin diri sendiri. Seorang pemimpin, tidak semata-mata memiliki karisma memimpin, tetapi juga memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan dan kompetensi teknis serta mampu mempraktekkan pengetahuannya ke dalam aktivitas kerja sehari-hari. Artinya, ibarat dua sisi uang koin, kita sebagai pemimpin harus memiliki leadership dan management skills dalam memimpin. Sebagai pemimpin di era digital, seseorang juga dituntut untuk memiliki digital literacy serta digital competencies yang memadai.

Sebagai seorang muda generasi millennial atau Z, kita hidup di lingkungan yang serba cepat dan sering terpukau melihat hasil gemilang oleh para pesohor muda. Mereka adalah orang-orang outlier yang hanya segelintir saja di muka bumi ini. Sebagai orang yang hebat atau biasa saja, kita perlu melakukan jalur pendakian karir yang terstruktur, mulai dari memimpin diri sendiri, lalu memimpin unit kerja hingga memimpin unit usaha. Dalam perjalanan ini kita harus menjadi pembelajar seumur hidup, yang mempelajari dan mempraktekkan leadership serta management skills secara bersama-sama.

Bagaimana memimpin diri sendiri? Untuk menjadi pemimpin kita harus menjadi orang terpercaya, baik dari segi pengetahuan, keahlian maupun sikap. Hal ini harus dibuktikan di lingkungan kerja, masyarakat dan lingkungan keluarga kita. Kami mengembangkan framework leadership dengan tiga tahapan proses, yakni  mempelajari (learning), mempraktekkan (delivery) dan memperlihatkan hasilnya (result). Hal ini berlaku untuk setiap jenjang pengembangan Leadership Lead Yourself, Lead Your Team dan Lead Your Business. Mempelajari Leadership dimulai dengan membentuk fondasi kepemimpinan yang dapat terdiri dari Character Building, Planning and Execution Management dan Communication Skills. Pengetahuan tentang Character Building sangat diperlukan dalam bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat. Keberadaan dan penerimaan (acceptability) oleh lingkungan kantor dan masyarakat menjadi sangat penting sebagai bekal kita untuk berhasil. Kami membuat empat komponen Character Building, yakni Positive Mental Attitude, Be persistence, Building trust dan Develop Your Capabilities. Menurut Steven Covey dalam bukunya Speed of Trust, membangun kepercayaan sangat penting. Hal ini dilakukan dengan membangun kredibilitas pribadi, yakni dengan membangun integritas, niat baik, kapabilitas dan menunjukkan hasilnya. Anda dapat mempelajari Character Building dari berbagai bacaan di buku dan Internet, demikian pula dengan Planning and Execution serta Communication Skills, namun yang terpenting kita harus sungguh-sungguh memaknainya sebelum mempraktekkannya. Misalnya, bagaimana anda memahami tentang integritas yang melakukan kebaikan sekalipun tidak ada yang melihatnya atau memberi pujian. Planning and Execution dapat berupa kegiatan merancang dan mengeksekusi kegiatan pekerjaan kantor dan kegiatan pribadi sehari-hari secara berkualitas, efektif dan efisien, mengelola waktu secara produktif dan mengelola uang secara bijaksana. Kita perlu membangun hubungan yang baik dengan semua pihak melalui komunikasi yang efektif. Dalam berkomunikasi, kita dituntut untuk mampu berkomunikasi lisan (verbal) dan tertulis dengan berbagai pihak serta dengan berbagai generasi.

Mempraktekkan leadership merupakan seni tersendiri, dimana kita berinteraksi dengan banyak orang. Kita harus belajar menjadi pengikut yang baik (followership), disiplin (discipline), sabar (patient) dan bertanggungjawab (accountable). Perlu waktu untuk mempraktekkan keempat hal tersebut, dengan berbagai kemungkinan benturan yang dihadapi di lapangan, cobaan dan tantangan, baik  pada waktu berinteraksi dengan atasan, sesama teman dan pihak luar serta dengan keluarga. Untuk itu, mulailah dengan menjadi pengikut yang baik, yang sabar mendengar, menjalankan tugas dari atasan dan tugas kelompok dengan upaya lebih, sehingga hasilnya melebihi harapan pemberi tugas. Kita perlu mulai mempraktekkan disiplin, mulai dari kehadiran di kantor, penggunaan waktu secara produktif, disiplin dengan makanan-minuman sehat serta pengeluaran uang. Kita juga harus mulai mempraktekkan kesabaran, baik dalam mendengarkan maupun menunggu atasan atau teman-teman sekerja kita. Dan yang tidak kalah penting lagi kita harus bertanggungjawab dalam pencapaian tugas-tugas pribadi dan kelompok, dengan berupaya menjadi volunteer serta mencapai hasil kerja lebih dari yang diharapkan.

Pembuktian di lapangan menjadi hasil penentu perkembangan leadership kita dalam memimpin diri sendiri. Atasan, teman-teman kerja dan lingkungan masyarakat akan memberikan penilaian terhadap kita, apakah kita seperti yang kita harapkan. Kita dapat bertanya kepada mereka, seperti apa saya? Beberapa waktu yang lalu, seorang karyawan muda yang energik datang ke saya dengan kuestioner tentang evaluasi kinerja dan dirinya. Hal ini suatu hal yang luar biasa bagi saya, seorang anak muda mempersiapkan, menjalankan dan mengukur hasil pengembangan dirinya untuk menjadi perbaikan serta pengembangan dirinya.

Disamping memahami leadership dasar, kita juga harus mengembangkan kompetensi teknis, management skills, digital literacy dan digital competence, sebagai bukti bahwa kita memiliki kredibilitas yang tinggi.  Perkembangan ilmu dan teknologi menuntut kita untuk menjadi pembelajar seumur hidup dan paham dengan berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan, bangsa dan negara.

Agar program pengembangan diri kita berjalan efektif, alangkah baiknya apabila kita memiliki Coach & Mentor yang membantu kita dalam bekerja dan mengembangkan kepribadian serta leadership kita, sehingga kita berhasil menjadi pemimpin diri sendiri yang efektif.

Mari kita tingkatkan keahlian leadership pribadi kita, dimanapun posisi kita saat ini, baik sebagai karyawan pemula atau madia ataupun sebagai pemimpin perusahaan start-up atau UMKM. Belajarlah memimpin diri sendiri, praktekkan di lapangan dan tunjukkan hasilnya. Supaya kepemimpinan kita berjalan efektif, mintakanlah nasihat dari Coach & Mentor. Dan jangan lupa mengembangkan digital literacy dan digital competency, karena teman kerja kita ke depan adalah robot dan mesin AI (Artificial Intelligence) yang mengolah big-data. [lumumba sirait]