e2consulting.co.id – Transformasi digital di semua sektor bisnis telah terjadi, termasuk di sektor layanan telekomunikasi. Saat ini para operator telekomunikasi berfokus kepada penjualan paket data dan belum berhasil mendapatkan sumber pendapatan baru, yang menjadi game-changer.

Hampir semua perusahaan telekomunikasi terjebak sebagai penyedia pipa data saja, belum mampu mengeksploitasi pipa datanya secara efektif. Di masa lalu, permintaan layanan telekomunikasi sangat besar dan pasokan yang terbatas. Situasi saat ini semakin kompleks, permintaan dan pasokan tidak jelas, sehingga para operator telekomunikasi harus menciptakan permintaan dan sekaligus pasokan pada saat yang bersamaan.

Operator telekomunikasi harus mengembangkan proposisi nilai pelanggan, dengan menawarkan solusi personal bagi pelanggan retil dan solusi bisnis bagi pelanggan B2B (business to business)-nya. Untuk itu, mereka harus mengembangkan inovasi bisnis baru dan membangun kapabilitasnya untuk menjadi operator selular kelas dunia, dengan layanan mutu yang sangat berkualitas.

Kegiatan inovasi dilakukan sendiri atau dengan menjalin kerjasama strategis dengan penyedia software aplikasi yang selama ini sudah teruji di pasar internasional. Pengembangan inovasi sendiri membutuhkan sumber daya yang besar dan belum tentu berhasil. Yang terbaik adalah melakukan kerjasama strategis dengan para penyedia aplikasi software atau penyedia device.

Kerjasama strategis antara perusahaan telekomunikasi dengan penyedia aplikasi software akan membawa harapan baru untuk memenuhi proposisi nilai pelanggan. Kedua belah pihak bekerjasama mengaplikasikan aplikasi software yang ada atau mengembangkan aplikasi software baru atau solusi baru bagi pelanggan retil maupun pelanggan B2B. Kerjasama strategis dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan, dimana terdapat pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas serta model bisnis berbagi risiko. Kedua belah pihak perlu membentuk high performance team, yang akan mengembangkan solusi bisnis, memasarkan, menjual, melayani serta mengelola pengalaman pelanggan.

Perusahaan telekomunikasi harus bertransformasi, dengan meningkatkan kapabilitasnya secara berarti dalam bidang teknologi infrastruktur bisnis, proses kerja dan kompetensi SDM-nya. Misalnya, infrastruktur bisnis utama operator telekomunikasi selular adalah jaringan 4G dan 5G yang harus memiliki kapasitas yang besar dan dinamis serta kehadalan tinggi. Hal ini karena jaringan 4G/5G tersebut menjadi infrastruktur utama para pelanggan dalam menjalankan bisnisnya, sehingga harus benar-benar berkinerja sangat memuaskan. Penggunaan teknologi AI dalam perencanaan, operasi dan optimalisasi jaringan, sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi jaringan.

Demikian proses bisnis jaringan telekomunikasi akan semakin otomatis, hanya sedikit memerlukan tenaga manusia, hal ini berkat penggunaan AI. Yang utama adalah pengembangan kompetensi SDM agar mereka memahami solusi bisnis dan proses bisnis pelanggan serta penggunaan data analytics, machine learning dan AI dalam menjalankan pekerjaannya.

Perusahaan telekomunikasi harus melakukan transformasi digital dengan melakukan inovasi baru sambil mengembangkan bisnis legacy-nya sebagai penyedia pipa data dan solusi pelanggan pribadi serta solusi bisnis bagi pelanggan korporasi.

Pelaksanaan transformasi digital ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman akan mata rantai usaha digital, teknologi digital terkini, digital business dan model bisnis. Perusahaan telekomunikasi digital membutuhkan akses terhadap teknologi digital, khususnya dalam bidang infrastruktur utama, pengembangan aplikasi software dan data analytics, serta pendanaan untuk membiayai program dan proyek transformasi.

Kerjasama dengan mitra kerja strategis terpercaya merupakan salah satu solusi yang dapat dipilih. Hal ini untuk mempercepat time to market solusi personal atau solusi bisnis serta berbagi risiko untuk suatu inisiatif bisnis yang belum pasti berhasil tercapai di pasar.