www.e2consulting.co.id – Mengapa perusahaan sering gagal bertransformasi? Dalam melakukan perubahan, perusahaan seringkali berfokus kepada pergantian teknologi dan perubahan proses bisnis, namun kurang memperhatikan aspek organisasi dan SDM. Seolah-olah, teknologi akan membawa perubahan yang berarti, yang membawa keberhasilan perusahaan. Orang-orang IT menjadi primadona dalam pelaksanaan transformasi, karena merekalah yang mengembangkan aplikasi software atau solusi bisnis baru. Padahal seluruh insan perusahaan terlibat dalam proses perubahan yang berarti di organisasi perusahaan.
Kemampuan organisasi atau perusahaan untuk melakukan transformasi digital sangat ditentukan oleh kemampuan SDM, baik dalam hal jumlah tenaga pelaksana, kompetensi teknis dan digital serta kemampuan mengelola pelaksanaan transformasi digital. Personal kunci meliputi Organisasi dan SDM Program Management Office (PMO), Project Manager yang menjalankan proyek, unit bisnis yang mengoperasikan hasil proyek dan unit SDM yang mendukung pelaksanaan transformasi.
Organisasi PMO merupakan inti pelakana transformasi, yang melakukan penyelarasan dan pengendalian pelaksanaan program dan proyek transformasi. Disamping itu, PMO bertugas untuk mempersiapkan lingkungan internal perusahaan agar kondusif, bersedia dan berpartisipasi menjalankan kegiatan transformasi. PMO berfungsi sebagai agen perubahan serta penyedia informasi atau penyaji informasi/sarana komunikasi transformasi kepada seluruh insan perusahaan. Mereka merupakan kumpulan SDM profesional yang berpengalaman dalam berbagai bidang, serta menjadi mitra strategis para Manajer Proyek transformasi dan unit bisnis lainnya.
Organisasi dan SDM pelaksana proyek transformasi, merupakan task-force yang menjalankan program dan proyek transformasi. Mereka merupakan tim berkinerja tinggi (high performing team-HPT), yang bekerja secara terpadu untuk mewujudkan proyek tercapai tepat waktu, berkualitas dan sesuai dengan harapan dari business users. HPT merupakan gabungan dari para profesional yang sudah teruji dalam bidangnya, mampu bekerja mandiri maupun secara berkelompok, atau bekerja berbasis agile project.
Organisasi dan SDM yang bekerja di bidang Human Capital Management merupakan faktor penting dalam menjalankan program transformasi digital. Organisasi HCM harus kuat dan responsif mendukung kebutuhan SDM, melakukan rekrutasi, pelatihan up-skilling, re-skilling hingga pemenuhan SDM di setiap organisasi, sehingga masing-masing unit organisasi bekerja efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Organisasi HCM juga mempersiapkan transformasi budaya perusahaan serta mengelola talenta unggul perusahaan.
Perusahaan juga dituntut untuk mempersiapkan SDM bidang data analytics, ML dan AI, yang akan mengolah data untuk peningkatan efektivitas, efisiensi serta arah pengembangan masa depan perusahaan.
Perusahaan harus menyusun arah strategis perusahaan, rencana perjalanan transformasi, dan menyusun prioritas pelaksanaan pekerjaan. Tampaknya, pengembangan SDM menjadi prioritas utama yang harus dipersiapkan, karena perlu waktu untuk melakukan rekrutasi karyawan baru, meningkatkan kompetensi (up-skilling dan re-skilling), serta mempersiapkan high-performing team. Tanpa persiapan jumlah dan kompetensi SDM yang memadai maka pelaksanaan transformasi digital berpeluang untuk gagal.









